Berzina, Berarti Mempertaruhkan Kehormatan Keluarga

Saya pernah membaca artikel tentang zina dari sebuah blog yang berjudul Wisbenbae dan ini adalah artikel yang paling pas untuk dijadikan pelajaran sekaligus menjadi bahan renungan untuk kita agar keluarga kita terhindar dari segala sesuatu yang tidak disukai. Karena apa yang telah kita lakukan terhadap orang lain maka itu akan kembali kepada kita atau keluarga kita sendiri.

"Zina Itu Utang, Keluarga Anda Sendiri Sebagai Taruhannya" begitu judul dari artikel tersebut.

Didalam artikelnya terdapat kisah yang mengharukan tentang perzinaan. Berikut saya akan menceritakan kembali tentang kisah tersebut dan perlu anda ketahui bahwa kisah ini bukanlah rekayasa melainkan kisah nyata.

Dua orang pemuda, sebut saja : Shod dan Craz. Kedua pemuda ini sudah menikah dan masing-masing punya istri dirumah. Mereka saling akrab karena mempunyai hobi yang sama yaitu suka bermaksiat. Keduanya pun saling membantu dalam dunia hiburan malam.


Suatu ketika, Shod sedang berkenalan dengan seorang wanita. Kemudian mereka menjalin hubungan gelap. Shod berjanji akan menemui wanita tersebut untuk diajak bermalam bersama.

Hari yang dinantikan telah tiba. Shod sudah merencanakan scenario agar janjinya bisa terpenuhi. Akhirnya dia membujuk istrinya untuk sementara tinggal dirumah orang tuanya karena ada tugas penting yang harus dia selessaikan.

Sang istri kemudian berangkat kerumah orang tuanya, sementara itu Shod berangkat menuju tempat si wanita untuk menjemputnya.

"Saya ingin kita ngobrol sebentar ditaman, kemudian nanti baru kerumah." kata si wanita. "Oke, saya setuju." sambut Shod.

Setelah dari taman, keduanya langsung menuju kerumah Shod. Setibanya dirumah, si wanita minta dibelikan makanan dan minuman. Shod kemudian bergegas keluar dari rumah menuju mobil dan mencari warung makan. Setelah membeli makanan dan minuman, lalu dia pulang menuju rumahnya dan ingin segera melampiaskan hasratnya. Namun sayang, perjalanannya harus tertunda karena melanggar lalu lintas dan harus berurusan dengan polisi.

"Permisi pak, Anda tidak mematuhi peraturan lalu lintas, Anda melanggar lampu merah..... Parkir mobil Anda dan ikut kami ke kantor polisi."

Sesampainya dikantor polisi, Shod meminta izin untuk menghubungi teman akrabnya, Craz. Setelah diberi izin, lalu berdirilah dia disudut kantor kemudian terjadilah percakapan via telepon.

"Sudah..... dirumah saya ada tamu istimewa...... makan malamnya ada dimobil. Mobilnya ada ditempat X (nama tempat tidak dipublikasikan)." Lanjut, "Ambil makanan itu, antarkan kerumahku.... dan lanjutkan rencana kita."    "Kalau kamu sudah selesai bersamanya, kembalikan dia kerumahnya. Saya khawatir kalau istri saya pulang kerumah, dan terbongkar semua rahasia ini."

"Siap, santai saja..... selama disana ada yang istimewa."  jawab Craz.

Craz lalu pergi mengambil makanan kemudian menuju rumah Shod. Seperti yang sudah dikatakan tadi, mereka berdua saling membantu dalam urusan kepuasan dunia. Jika Shod berkencan dengan wanita, maka Craz juga boleh berkencan dengannya. Begitupun sebaliknya. Sama halnya 'milikmu juga milikku dan milikku juga milikmu' atau 'sepiring berdua'.

Beberapa saat kemudian setelah menjalani proses yang panjang, akhirnya Shod terbebas. Dan langsung mengambil mobilnya lalu bergegas pulang kerumahnya.

Setelah gagal melampiaskan hasratnya. Shod kemudian membuka pintu rumah kemudian masuk.
Apakah yang ada dipikirannya setelah melihat kondisi rumah??? Ternyata sang istri sudah berada didalam rumah. Suasana menjadi hening sesaat. Dan yang paling memilukan adalah... Ternyata semalam sang istri bersama teman dekatnya. Shod kaget setengah mati menahan sesak didada.

"Kamu saya cerai tiga..... cerai empat...... cerai seribu kali...."

Inilah namanya "Berzina, Berarti Mempertaruhkan Kehormatan Keluarga". Meskipun belum dilakukan tapi sudah diniatkan, maka setan akan memberikan jalan dan Allah akan mengembalikan sebagian kepada keluarganya. Yang jadi permasalahan serius dari kisah diatas adalah, Craz tidak tahu kalau wanita yang dicumbui semalam adalah istri temannya, Shod. Dan ini adalah menurut saya, bahwa mungkin jauh sebelum Craz tiba dirumah Shod, ternyata sang istri sudah pulang kemudian mendapati seorang wanita yang tak dikenal lalu diusir, atau disuruh pulang. Pada saat inilah kejadian diluar dugaan Shod berlangsung. Dimana Craz tiba dirumah Shod kemudian melakukan aksinya terhadap wanita yang dilihatnya yang ternyata itu adalah istri temannya sendiri.

Kisah Lain
Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman As-Suhaim dalam situs saaid.net
Suatu ketika ada seorang pemuda yang ingin berpergian keluar daerah untuk mencari pekerjaan demi membantu ekonomi keluarganya. Pemuda tersebut kemudian pamit, lalu sang ayah berpesan "Jaga baik-baik adik perempuanmu."
Mendengar pesan sang ayah, pemuda ini mendadak terkejut. Bagaimana mungkin bisa menjaga adik perempuannya sementara dia berangkat sendirian, lagipula adik perempuannya tidak kemana-mana melainkan tinggal dirumah bersama ayah. Si pemuda akhirnya berangkat, tapi masih belum mengerti maksud dari pesan sang ayah. Hari demi hari berlalu, tiba-tiba sang ayah melihat putrinya dicium oleh seseorang yang dikenal sebagai penjual air.
Setelah pemuda itu pulang, kemudian tiba dirumahnya dan langsung mendapat teguran dari ayahnya, "Bukankah ayah telah berpesan kedapamu? Jaga adik perempuanmu baik-baik." "Apa yang terjadi?" tanya si pemuda keheranan.
"Sejengkal dibalas sejengkal. Andaikan kamu melakukan pelanggaran lebih dari itu, niscaya si penjual air itu akan melakukan tindakan yang lebih parah terhadap adik perempuanmu."

Menjaga kehormatan keluarga dimulai dengan menjaga kehormatan keluarga orang lain. Siapapun perempuan dari keluarga kita, itu adalah kehormatan bagi sang lelaki. Ibu, istri, putri, saudari, bibi, dan semua kerabat perempuan, itu adalah kehormatan bagi sang lelaki. Apabila satu diantara mereka melakukan zina, maka dia telah menodai kehormatan sang lelaki.

Zina adalah utang dan akan dibayar, yaitu melalui kehormatan keluarga yang dipertaruhkan.
Imam Asy-Syafi'i pernah menasehatkan dalam bait syairnya, beliau mengatakan:

عفوا تعف نساءكم في المحْرَمِ * وتجنبـوا مـا لايليق بمسلـم

إن الزنـا دين إذا أقرضــته * كان الوفا من أهل بيتك فاعلم

من يزنِ في قوم بألفي درهم * في أهله يُـزنى بربـع الدرهم

من يزنِ يُزنَ به ولو بجـداره * إن كنت يا هذا لبيباً فـافهـم

ياهاتكا حُـرَمَ الرجال وتابعـا * طرق الفسـاد عشت غيرَ مكرم

 لو كنت حُراً من سلالة ماجـدٍ * ما كنت هتـّـاكاً لحرمة مسلمِ

Maaf, jaga kehormatan para wanita yang menjadi mahram kalian. Hindari segala yang tidak layak dilakukan seorang muslim. Sesungguhnya zina adalah utang. Jika kamu sampai berutang. Tebusannya ada pada anggota keluargamu, pahami. Barangsiapa yang berzina dengan wanita lain dan membayar 2000 dirham, bisa jadi dikeluarganya akan dizinai dengan harga seperempat dirham. Barangsiapa yang berzina akan dibalas dizinai, meskipun dengan tebusan tembok. Jika orang cerdas, pahamilah hal ini.
Wahai mereka yang merampas kehormatan keluarga seseorang, dan menyusuri jalan maksiat. Anda hidup tanpa dimuliakan. Jika anda benar-benar bebas dari belenggu pengikat, tak selayaknya engkau mencabik kehormatan seorang muslim.

Abu Umamah mencerikatan,
"Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi SAW seraya berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!" Para sahabatpun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, "Diam kamu, diam!" Rasulullah SAW berkata, "Mendekatlah." Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk dihadapan beliau.
Nabi SAW bertanya, "Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?" "Tidak, demi Allah wahai Rasul!" sahut pemuda itu. "Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai."..."Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?" "Tidak, demi Allah wahai Rasul!" "Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai."..... "Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?" "Tidak, demi Allah wahai Rasul!" "Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai."..... "Relakah engkau jika bibimu dizinai?" "Tidak, demi Allah wahai Rasul!" "Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai."
Lalu Rasulullah SAW meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, "Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya."
Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina." HR. Ahmad No. 22211 dan sanadnya disahihkan Al-Albani.

Jika kamu menodai seorang perempuan sedangkan kamu punya adik perempuan, bagaimana perasaanmu jika adikmu dinodai?
Jika kamu menodai seorang perempuan sedangkan kelak kamu akan memiliki seorang putri, bagaimana perasaanmu jika putrimu dinodai?
Jika kamu berzina dengan istri orang sedangkan kelak kamu akan menikah dan meiliki istri yang cantik dimatamu, bagaimana perasaanmu jika istrimu dizinai?
Jika kamu membayar seorang wanita penghibur untuk satu malam sedangkan kamu memiliki ibu, bagaimana perasaanmu jika ibumu dibayar seperti kamu membayar wanita tersebut dan uang yang kamu minta dari ibumu adalah hasil dari bayaran seperti yang kamu lakukan?